Pages

Jumat, 16 Januari 2026

Legenda 12 Shio Dan Urutannya dalam Zodiak

Dalam budaya Tiongkok zodiak kelahiran seseorang ditandai dengan shio (Hanzi: 生肖 Mandarin: shēngxiào, Hokkian: siⁿ-siùⁿ, seⁿ-siòⁿ). Shio ini dilambangkan dengan 12 hewan, dimana shio ini akan berganti setiap tahun dengan urutannya. Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Shio Tikus bisa di urutan pertama sedangkan Shio Babi berada di urutan terakhir. Serta mengapa kucing tidak ada dalam shio ini. Ternyata urutan shio ini berasal dari sebuah legenda yang dikenal sebagai Legenda "The Great Race" (Perlombaan Besar). Ada beberapa versi mengenai Legenda 12 shio ini. Berikut ini kisah.

The Great Race Versi 1

Kisah yang paling populer bermula ketika Kaisar Langit (Jade Emperor) mengadakan sebuah perlombaan untuk menentukan hewan mana saja yang akan menjadi pelindung tahun.

Ia mengumumkan bahwa dua belas hewan pertama yang berhasil menyeberangi sungai besar akan mendapatkan tempat di zodiak.

Berikut adalah urutan kemenangan mereka dan kisah cerdik di baliknya:

Tikus (The Strategist)
Tikus sadar ia terlalu kecil untuk melawan arus sungai. Ia membujuk Kerbau yang baik hati untuk menaikinya. Sesaat sebelum mencapai tepian, Tikus melompat turun dan finis di urutan pertama. Inilah mengapa Tikus dikenal cerdik (dan terkadang licik).

Kerbau (The Diligent)
Meski dikelabui Tikus, Kerbau tetap finis di urutan kedua. Ia melambangkan kerja keras dan kesabaran.

Macan (The Brave)
Dengan kekuatan fisiknya, Macan berjuang melawan arus sungai yang deras dan berhasil meraih posisi ketiga.

Kelinci (The Swift)
Kelinci menyeberang dengan melompat dari satu batu ke batu lain. Ia sempat terpeleset, namun berhasil meraih sepotong kayu yang membawanya ke tepian.

Naga (The Noble)
Semua orang mengira Naga akan menang mudah karena bisa terbang. Namun, ia terlambat karena berhenti untuk membantu penduduk desa yang kekeringan dengan menurunkan hujan. Sikap mulia ini membuatnya sangat dihormati.

Ular (The Enigmatic)
Ular sebenarnya bersembunyi di kaki Kuda. Saat hampir sampai, ia muncul tiba-tiba, mengejutkan Kuda, dan melesat ke posisi enam.

Kuda (The Energetic)
Karena terkejut oleh Ular, Kuda harus puas di posisi ketujuh.

Kambing, Monyet, dan Ayam
Ketiganya bekerja sama. Ayam menemukan rakit, sementara Monyet dan Kambing menarik serta mengarahkannya. Kaisar sangat terkesan dengan kerja sama tim mereka.

Anjing (The Playful)
Meski pelari yang baik, Anjing terlambat karena ia terlalu asyik bermain air di sungai. Ia melambangkan sifat yang setia namun mudah teralihkan.

Babi (The Easy-going)
Babi lapar di tengah jalan dan berhenti untuk makan lalu tertidur. Ia terbangun tepat waktu untuk menjadi hewan terakhir yang masuk daftar.

Mengapa tidak ada kucing?

Dalam legenda, Tikus berjanji akan membangunkan Kucing agar bisa ikut lomba bersama. Namun, Tikus ingkar janji (atau lupa), sehingga Kucing terus tertidur dan melewatkan perlombaan.

Inilah alasan mengapa dalam mitologi, Kucing sangat membenci Tikus hingga saat ini.


The Great Race Versi 2

Kaisar Giok menitahkan bahwa tahun-tahun dalam penanggalan akan dinamai dengan nama-nama hewan berdasar urutan mereka sampai ke kediamannya. Untuk mencapai tempat tujuan, hewan-hewan tersebut harus menyeberang sebuah sungai. Kucing dan tikus tidak bisa berenang, tetapi mereka pandai, dan meminta tumpangan pada kerbau. Kerbau yang baik hati dan naif mempersilakan mereka naik di punggungnya. Dalam legenda lain dikatakan bahwa kerbau bersedia memberi tumpangan agar bisa mendengar nyanyian tikus. Saat kerbau sudah hampir sampai ke tepi, tikus mendorong kucing hingga jatuh ke sungai, kemudian segera turun dari punggung kerbau dan mendahuluinya menemui Kaisar Giok. Hal ini menjadikan tikus menjadi hewan pertama dalam shio, diikuti kerbau. Meski kuat, macan sempat terseret arus ke hilir sehingga dia datang di urutan ketiga.

Hewan keempat yang datang adalah kelinci yang menyeberang dengan melompati batu-batu yang ada. Dia sempat kehilangan pijakan di tengah jalan, tetapi beruntung menemukan kayu yang mengapung untuk pegangan yang mengantarkan kelinci ke tepi. Meski dapat terbang dengan cepat, naga baru tiba setelah kelinci lantaran harus menurunkan hujan terlebih dulu di suatu desa, juga membantu kelinci yang saat itu berpegangan di kayu dengan menghembuskan napas sehingga kelinci dapat terdorong ke tepi.

Kuda tiba setelah naga, tetapi dia terkejut melihat ular yang bersembunyi di tapal kuda tiba-tiba muncul, menjadikannya jatuh dan memberi ular tempat keenam. Kuda sendiri berada di urutan ketujuh. Setelahnya, kambing, monyet, dan ayam tiba bersama-sama. Ayam menemukan rakit untuk menyeberang, sedangkan monyet dan kambing menyeret dan menarik rakitnya, berusaha menyingkirkan semua rumput liar. Kaisar Giok berkenan atas kerja sama mereka, kemudian menyatakan kambing sebagai hewan kedelapan, monyet sebagai hewan kesembilan, dan ayam sebagai hewan kesepuluh.

Hewan kesebelas yang datang adalah anjing. Meski pelari dan perenang yang baik, anjing menghabiskan waktunya untuk bermain di air. Babi tiba di urutan kedua belas yang sebelumnya dia makan terlebih dahulu dan jatuh tertidur di tengah perjalanan. Kucing yang sudah tenggelam tidak dimasukkan menjadi anggota dua belas shio, dan dikatakan ini menjadi alasan kucing selalu memburu tikus.

Sebuah legenda lain mengisahkan bahwa pada suatu hari, dewa mengumumkan akan mengadakan jamuan yang dilangsungkan esok hari. Namun tikus membohongi kucing dan mengatakan bahwa jamuan dilangsungkan lusa. Pada hari yang ditetapkan, dua belas hewan mendatangi jamuan dewa, tidak termasuk kucing yang mengira bahwa jamuan masih dilangsungkan besok.

0 komentar

Posting Komentar