Pages

Selasa, 20 Oktober 2026

Apa Itu Saham HSC Yang Akan Dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia Dari Perhitungan IHSG?

Saat ini Morgan Stanley Capital Investment (MSCI) sedang mempertimbangkan untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) menjadi Standalone Market. Hal ini sebagaimana yang diumumkan pada tanggal 16 Oktober 2026 dan membuka proses konsultasi publik (Market Classification Consultation) dengan otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu rekomendasi yang perlu dilakukan maka BEI merencanakan akan mengeluarkan saham-saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan otoritas bursa ditujukan untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas pasar modal. Kiwoom Sekuritas mencatat saham-saham yang masuk dalam daftar HSC memiliki bobot sekitar 18 % dari perhitungan IHSG. Apabila kebijakan ini diterapkan, bobot saham-saham tidak lagi diperhitungkan dalam indeks.

Sebenarnya apa itu HSC? Saham HSC adalah singkatan dari High Shareholding Concentration (Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi), yaitu kondisi di mana sebagian besar saham suatu emiten yang beredar di bursa dikuasai oleh segelintir kelompok pemegang saham atau afiliasinya saja. Saham yang mayoritas kepemilikannya (biasanya 95% atau lebih) dipegang oleh kelompok tertentu, sehingga menyebabkan jumlah saham yang beredar bebas di publik (free float) sangat sedikit.

Emiten yang masuk ke daftar HSC sebenarnya bukan merupakan sanksi atau tanda perusahaan melakukan pelanggaran hukum. Status ini bersifat informatif dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan transparansi.

Dampak saham HSC ini bagi investor adalah likuiditas yang rendah, dimana saham lebih sulit diperjualbelikan dalam jumlah besar dan volatilitas tinggi, dimana harga saham mudah bergerak naik atau turun secara ekstrem hanya dengan volume transaksi yang kecil.

Kebijakan publikasi daftar HSC oleh BEI ini sebenarnya mengadopsi praktik terbaik dari bursa global, seperti Hong Kong Exchange. Tujuannya bukan untuk memberikan sanksi, melainkan sebagai upaya transparansi agar investor bisa menilai kesehatan likuiditas suatu saham sebelum memutuskan untuk membeli.

Daftar Saham HSC Per Oktober 2026

Sebagaimana dikutip dari situs ajaib.co.id, per Oktober 2026, jumlah emiten yang masuk ke dalam Daftar HSC sebagaimana yang diumumkan oleh BEI adalah sebagai berikut: 


List Masuk HSCList

No.TickerStatusNo.TickerStatus
1AGIILama41YUPILama
2BRENLama42FITTLama
3DSSALama43ALIILama
4IFSHLama44KINGLama
5RLCOLama45ELPILama
6ROCKLama46POLULama
7SOTSLama47LIFELama
8WBSALama48MCOLLama
9TCPILama49BNIILama
10MGROLama50AGARLama
11SATULama51ALKALama
12DGWGLama52BKDPLama
13HATMLama53BAJALama
14STTPLama54MDIALama
15BTPNLama55BDKRLama
16BBSILama56SAFELama
17SILOLama57NICKLama
18FAPALama58MSJALama
19RISELama59BIKELama
20SOHOLama60INDOLama
21BBHILama61BSWDLama
22PGUNLama62SSMSBaru
23BINALama63SMMTBaru
24BNLILama64BMASBaru
25SRAJLama65TBIGBaru
26MORALama66CITABaru
27DNETLama67PSABBaru
28BYANLama68BALIBaru
29DCIILama69MAYABaru
30MLPTLama70CLAYBaru
31GEMSLama71ADESBaru
32MEGALama72TMASBaru
33BELILama73BBMDBaru
34MPROLama74INPPBaru
35PRAYLama75SAMEBaru
36CMNPLama76DMNDBaru
37SMARLama77MTELBaru
38CMNTLama78EPMTBaru
39MKPILama79SHIPBaru
40KONILama80DUTIBaru

List Keluar HSC

TickerStatus
FILMKeluar
MGLVKeluar


Berikut ini adalah daftar saham yang masuk list HSC dengan persentase konsentrasi kepemilikannya.
 
NoKodeEmitenKonsentrasi Kepemilikan
1MPROPT Maha Properti Indonesia Tbk99,99%
2DCIIPT DCI Indonesia Tbk99,96%
3BBSIPT Krom Bank Indonesia Tbk99,95%
4PGUNPT Pradiksi Gunatama Tbk99,95%
5POLUPT Golden Flower Tbk99,94%
6SOHOPT Soho Global Health Tbk99,93%
7BNLIPT Bank Permata Tbk99,92%
8YUPIPT Yupi Indo Jelly Gum Tbk99,91%
9ROCKPT Rockfields Properti Indonesia Tbk99,85%
10PRAYPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk99,84%
11BTPNPT Bank SMBC Indonesia Tbk99,78%
12FAPAPT FAP Agri Tbk99,77%
13IFSHPT Ifishdeco Tbk99,77%
14SMARPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk99,58%
15MLPTPT Multipolar Technology Tbk99,42%
16CMNTPT Cemindo Gemilang Tbk99,41%
17AGARPT Asia Sejahtera Mina Tbk99,32%
18GEMSPT Golden Energy Mines Tbk99,24%
19LIFEPT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk99,21%
20BNIIPT Bank Maybank Indonesia Tbk99,14%
21ELPIPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk98,90%
22MCOLPT Prima Andalan Mandiri Tbk98,62%
23BYANPT Bayan Resources Tbk98,50%
24KINGPT Hoffmen Cleanindo Tbk98,40%
25SOTSPT Satria Mega Kencana Tbk98,35%
26ALKAPT Alakasa Industrindo Tbk98,21%
27DNETPT Indoritel Makmur Internasional Tbk98,06%
28RISEPT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk98,03%
29AGIIPT Samator Indo Gas Tbk97,75%
30ALIIPT Ancara Logistics Indonesia Tbk97,62%
31DGWGPT Delta Giri Wacana Tbk97,35%
32BRENPT Barito Renewables Energy Tbk97,31%
33SRAJPT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk97,21%
34MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk97,02%
35SILOPT Siloam International Hospitals Tbk96,70%
36CMNPPT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk96,64%
37HATMPT Habco Trans Maritima Tbk96,09%
38MGLVPT Panca Anugrah Wisesa Tbk95,94%
39WBSAPT BSA Logistics Indonesia Tbk95,82%
40DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk95,76%
41MEGAPT Bank Mega Tbk95,68%
42MORAPT Ekamas Mora Republik Tbk95,65%
43BKDPPT Bukit Darmo Property Tbk95,45%
44RLCOPT Abadi Lestari Indonesia Tbk95,34%
45KONIPT Perdana Bangun Pusaka Tbk95,08%
46FITTPT Hotel Fitra International Tbk95,00%
47STTPPT Siantar Top Tbk94,95%
48BINAPT Bank Ina Perdana Tbk94,79%
49MDIAPT Intermedia Capital Tbk94,31%
50SATUPT Kota Satu Properti Tbk94,27%
51TCPIPT Transcoal Pacific Tbk94,10%
52BAJAPT Saranacentral Bajatama Tbk93,89%
53BELIPT Global Digital Niaga Tbk93,83%
54MGROPT Mahkota Group Tbk93,76%
55FILMPT MD Entertainment Tbk92,98%
56BBHIPT Allo Bank Indonesia Tbk92,71%
 

0 komentar

Posting Komentar