Pages

Sunday, June 24, 2012

Asal Mulanya Bacang

Sejarah bacang berasal dari Tokoh Qu Yuan (343-289 SM). Qu Yuan adalah sastrawan terkemuka dari Kerajaan Chu. Bukunya sangat laris dan terkenal, salah satunya Chun Tzu (Ratapan Negeri Tzu) & Li Sao (Menapaki Kesedihan). Selain itu, ia juga dikenal sebagai Menteri yang terpercaya dan setia.

Kerena popularitas itu, rekan-rekannya menjadi iri dan berusaha menyingkirkannya. Rekannya adalah para penjilat kekuasaan yang bermanis-manis di depan raja dan berusaha menjatuhkan Kerajaan Chu agar melebur dalam Kerajaan Chin. Qu Yuan tidak mau ikut dengan konspirasi itu sehingga ia makin dibenci rekan-rekannya.

Pada suatu kesempatan, para Menteri menekan tim dokter untuk menyatakan pantang Garam bagi Raja yang sedang sakit. Akibatnya Raja menjadi makin lemah dan hanya bisa terbaring. Mengetahui adanya komplotan ini, Qu Yuan diam-diam membungkus Garam dalam daun bambu dengan 4 kerucut, lalu menggantung bungkusan itu di langit-langit ranjang Raja dengan maksud agar Garam itu menetes sedikit demi sedikit di atas mulut Raja supaya kesehatan Raja pulih lagi.

Ketika hal itu diketahui, Qu Yuan malah dituduh meracuni Raja. Karena tidak mau berurusan dengan pengadilan, lalu ia bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Mi Lou. Mendengar berita ini rakyat menjadi sedih dan mencari jenazah Qu Yuan. Mereka juga melemparkan nasi yang dibungkus dengan bambu kerucut 4 untuk dimakan Ikan agar tidak mengigit tubuh Qu Yuan. Mereka juga menabuh genderang di perahu untuk mengusir roh-roh Naga jahat yang bisa mengganggu roh Qu Yuan.

Peristiwa ini dikenang tiap tahun dengan perayaan Peh Chun (bacang). Perayaan ini ditandai dengan perlombaan perahu naga (dragon boat) yang diawaki sekitar 20 orang pendayung yang duduk berpasangan dan mendayung mengikuti ritme genderang, tradisi ini juga ditandai dengan makan bacang.

Itulah sejarah bacang Keempat kerucutnya melambangkan empat kata Qu-Yuan-Setia-Percaya. Bacang adalah lambang penghormatan karakter kepercayaan dan kesetiaan.

0 comments

Post a Comment